Biaya Sosial Akibat Merokok

May 12th, 2007

Oleh Tulus Abadi, SH
Ketua Bidang Hukum dan Perundang-Undangan Komnas PMM
Penerima Tobacco Control Fellowship Programs, Bangkok 2003

ImageMasyarakat DKI Jakarta dibuat kaget, bukan oleh serangan wabah DBD,
bukan pula serangan teroris; tetapi oleh rokok. Pasalnya Gubernur DKI
Jakarta Sutiyoso melansir kebijakan baru bertajuk larangan merokok di
tempat umum. Yang membuat publik kaget, bukan karena larangannya,
tetapi lebih karena hukumannya yang setinggi langit, Rp. 50 juta dan
kurungan 6 bulan.

 

Keterkejutan publik, secara sosiologis layak dipahami. Alasannya,
hingga detik ini, bahaya rokok di Indonesia masih menjadi “isu
pinggiran”. Pemerintah, dan bahkan tokoh masyarakat (seperti ulama)
juga masih setali tiga uang. Paling banter ulama di Indonesia hanya
memberikan fatwa merokok makruh hukumnya. Berbeda dengan
jumhur ulama di berbagai negara di Timur Tengah, bahkan Malaysia dan
Brunei Darussalam; yang memfatwakan bahwa merokok haram hukumnya. Ulama
terkenal Syeikh Yusus Qordhowi termasuk ulama yang mengharamkan merokok
(baca Fatwa-Fatwa Kontemporer).

       

Mungkin masyarakat
sudah mengerti bahayanya, karena dalam setiap bungkus rokok ada
peringatan: merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung,
impotensi, dan ganguan kehamilan dan janin.

       

Dari sisi
kesehatan, bahaya rokok sudah tak terbantahkan lagi. Bukan hanya
menurut WHO, tetapi, lebih dari 70 ribu artikel ilmiah membutikan hal
itu. Dalam kepulan asap rokok terkandung 4000 racun kimia berbahaya,
dan 43 diantaranya bersifat karsinogenik (merangsang tumbuhnya kanker).
Berbagai zat berbahaya itu, adalah tar, karbon monoksida (CO), dan
nikotin.

       

Akibatnya, berbagai penyakit kanker pun
mengintai, seperti : kanker paru – 90% kanker paru pada laki-laki
disebabkan rokok, dan 70% untuk perempuan, kanker mulut, kanker bibir,
asma, kanker leher rahim, jantung koroner, darah tinggi, stroke, kanker
darah, kanker hati, bronchitis, kematian mendadak pada bayi, bahaya
rusaknya kesuburan bagi wanita dan impotensi bagi kaum pria. Kurang
apalagi?

       

Begitu kompleksnya, tidak heran jika menurut
estimasi WHO, pada 2020 dampak tembakau di negara maju mulai menurun.
Pada 1996 mencapai 32%, namun pada 2001 hanya 28%. Namun, di
negara-negara berkembang trend konsumsi tembakau malah mengalami
kenaikan, yaitu 68% pada 1996, menjadi 72% pada 2001. Wjar, jika hampir
50% (sekitar 4,2 juta jiwa) kematian akibat tembakau pada 2020 terjadi
di wilayah Asia, khususnya di negara berkembang, seperti Indonesia.

       

Dampak bahaya rokok memang antik dan klasik. Tidak ada orang mati mendadak karena merokok. Dampaknya tidak instant, beda dengan minuman keras dan narkoba. Dampak rokok akan terasa setelah 10-20 tahun pasca digunakan.

       

Anehnya
pula, dampak asap rokok bukan hanya untuk di si perokok aktif (active
smoker) saja. Ia pun punya dampak sangat serius bagi perokok pasif
(passive smoker). Orang yang tidak merokok (passive smoker), tetapi
terpapar asap rokok akan menghirup dua kali lipat racun yang
dihembuskna pada asap rokok oleh si perokok. Sangat tidak adil; tidak
merokok, tetapi malah menghirup racun dua kali lipat.

       

Maka, salah satu cara untuk membatasi perilaku merokok semau gue,
WHO mencanangkan program “Kawasan Tanpa Rokok” (KTR) di tempat-tempat
umum. Progam seperti ini lazim diterapkan di berbagai negara, termasuk
di ASEAN; Singapura, Malaysia bahkan Vietnam. Di Malaysia, organ
merokok di tempat umum didenda 500 ringgit, di Bankok didenda 2.000 baht.

       

Oleh
sebab itu, kebijakan Gubernur DKI Jakarta menjadi rasional dan layak
mendapatkan dukungan publik. Hanya, yang perlu dipertanyakan adalah,
selain besarnya denda, juga bagaimana mekanisme pelaksanaannya? Sebab,
berbagai hal kasat mata dan lebih konkrit dampaknya (banjir, sampah,
dan kemacetan) hingga kini tidak pernah beres, apalagi masalah rokok?

       

Kebijakan
KTR yang digagas oleh Pemda DKI Jakarta, sebenarnya, bukan yang pertama
kali. Peraturan Pemerintah No. 81/1999 tentang Pengamanan Rokok bagi
Kesehatan, yang kemudian diubah menjadi PP No. 19/2003; sudah lebih
dahulu mengatur tentang larangan merokok di tempat-tempat umum, Tetapi,
sialnya, PP tersebut tidak bisa memberikan sanksi. PP tersebut malah
memerintahkan agar setiap Pemda di Indonesia membuat aturan tersendiri
tentang KTR (Perda).

       

Apalagi WHO sekarang sudah
menerapkan konvensi bernama FCTC (Framework Convention on Tobacco
Control). Saat ini, FCTC sudah ditandatangani oleh lebih dari 160
negara anggota WHO, dan lebih dari 40 negara telah meratifikasinya,
Sekarang FCTC sudah menjadi hukum internasional. Sayangnya, Pemerintah
Indonesia, sebagai salah satu pengagas dan legal drafter, hingga batas
akhir juni 2004, tidak menandatangani FCTC!

       

FCTC,
selain mengatur soal larangan merokok di tempat umum, setiap Pemerintah
bahkan “dibimbing” untuk menanggulangi dampak tembakau secara elegan,
dan komprehensif. Misalnya menaikan cukai rokok, larangan iklan di
media massa dan promosi dan larangan penyeludpan (smuggling).

       

Menaikan
cukai rokok, merupakan instrumen penting, selain untuk membatasi
segmentasi perokok, juga untuk meningkatkan pendapatan negara. Tapi
sungguh ironis, mayoritas perokok di Indonesia adalah orang miskin.
Menurut survei Bappenas (1995), orang miskin justru mengalokasikan 9%
total pendapatannya untuk rokok. Betapa besar manfaatnya, jika dana itu
digunakan untuk kesehatan, pangan, atau pendidikan.

       

Rokok
memang memberikan kontribusi signifikan, berupa cukai, bayangkan, tahun
2004 cukai rokok sebesar Rp. 27 trilyun. Belum lagi kontribusi sektor
pertanian dan tenaga kerja. Namun, itu semua sebenarnya hanya ilusi
belaka. Sebagai contoh, jika Pemerintah mendapatkan Rp. 27 trilyun,
berapa sebenarnya biaya kesehatan yang ditanggung oleh Pemerintah dan
masyarakat? Menurut data di berbagai negara, dan juga Indonesia , biaya
kesehatan yang ditanggung oleh Pemerintah dan masyarakat sebesar 3 kali
lipat dari cukai yang didapatkan. Jadi, kalau cukainya Rp. 27 trilyun
maka biaya kesehatannya sebesar Rp. 81 trilyun (alias defisit).

       

Cepat
atau lambat, Pemerintah harus mengambil kebijakan konkrit dan
komprehensif untuk penangulangan bahaya rokok. Jika tidak, bukan hal
yang mustahil berbagai penyakit yand diakibatkan rokok akan menjadi
wabah membahayakan lebih besar dari wabah HIV/AIDS. Jangan
“menggadaikan” kesehatan anak bangsa, hanya karena takut kehilangan Rp.
27 trilyun, yang sebenarnya hanya ilusi dan jebakan maut belaka.

Tuhan sembilan senti

September 21st, 2006

Rekan harry sufehmi menuliskan dalam satu entrinya tentang tuhan sembilan senti, sebuah puisi dari taufiq ismail tentang perokok. isinya sangat bagus, dan saya tulis ulang di sini.

saya bukan perokok, dan tidak begitu anti terhadap perokok, tapi suka sebal terhadap perokok yang tidak tahu tenggang rasa.

Tuhan Sembilan Senti
Oleh Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

Boyongan ………..

July 13th, 2006

Pengumuman, aku udah pindahan kos, tepatnya tanggal 25 juni kemaren, bagi yang di catatannya masih tersimpan alamat lama sebaiknya diganti saja ya. Pagi2 itu , tapi kemudian siang2 dimulai lah persiapan pemboyongan barang2 dari lantai 5 (paling atas), dengan bantuan seorang ob, dimulai acara angkut mengangkut yang ternyata banyak banget barang2 yang ntah penting ato gak penting,dari buku2,kompor andalanku,rak buku dll mondar mandir dari lantai 5 ke lantai 1 PP(pulang pergi) tanpa brenti sampe agak sorean barang baru terangkut semua ke dalam pickup tua sewaan, dilanjutkan dengan mampir ke kos temen(temen 1 rumah nantinya), dilanjutkan angkut mengangkut barang2 nya dia yang ternyata banyak juga. setelah semua beres, acara boyongan di mulai,dari tebet ke arah mampang 14 perbatasan antara pancoran dan mampang. sementara aku tinggal mandi (soalnya bawa motor jadi aku tinggal ke kantor bentar), tau2 waktu aku datang di rumah baru barang2 nya sudah pada turun semua :D yah sukurlah jadi agak hemat dikit tenaganya buat angkat2 barang ntar. setelah di itung2, ternyata masih ada barang yang ketinggal, kasur, kipas angin dan jam weker yang andalan juga loh. akhirnya dengan langkah berat :( , sorenya dengan temen balik lagi ke kos lama, dan akhirnya …. bersambung

Tanpamu sepi

February 1st, 2006

Kau belahan jiwaku,kini aku sendiri hampa, kusadari .., begitu sangat beda perasaanku di saat, memelukmu, dengan tulus, dengan kasih, hari2 terasa sepi, tanpa, ada dirimu disisiku, jangan berpaling, kasih, dari hatiku, yang kusesali .., satu ungkapan tentang, tali kasih dan cinta putih, suci adanya, baru aku sadari, napasku dan cintaku hanyalah, tuk dirimu, dengan tulus, dengan kasih, hari2 terasa sepi, tanpa, ada dirimu di sisiku, jangan berpaling, kasih, dari hatiku yang kusesali …. :(

1st time lebaran di Jakarta

November 6th, 2005

Minnal Aidzin Wall Faidzin, mohon maap lahir batin ……

Kata pertama yg aku ucap di telpon pada ibu dan kakak lewat telpon pada hari H lebaran, trus ke ebes cuman pake sms :D hehehe (gak biasanya aku gak mudik, coba sekali2 gak biasa), dan bilang maap gak bisa mudik dulu, ntar aja mudik nya abis lebaran ya, setelah itu salam2 an ama tetangga di kantor sam (aku numpang nginep di SAM :p), sudah itu bikin sibuk sendiri di kantor, cuman ngobrol2, ntn dvd, maen internet sampe bosen, tidur2 an , bangun makan, trus tidur lagi sampe pagi, jalan2 ke mall, nonton, kencan2 an (hehe), capek balik trus tidur lagi dst, akhirnya sampe hari ini nulis, masih di depan komputer update blog yg ini :D, ternyata lebaran di jakarta ya gini deh, lebih banyak keluar duit daripada kalo buat mudik :p, tapi asik2 aja, bentar lagi udah mulai kerja lagi, moga masih inget ama kerjaan hehe, met lebaran semuanya ya.

Mitos tentang Rokok

August 23rd, 2005
  1. Menurut sebuah penelitian baru rokok dengan kadar nikotin rendah sama bahaya dengan rokok biasa. Untuk memperingati Hari Tanpa Tembakau se-Dunia yang jatuh hari ini, berikut enam mitos dan fakta tentang merokok.
  • Mitos 1: Rokok dengan kadar tar rendah jauh jauh lebih baik
    Bertentangan dengan pemikiran popular yang mengatakan rokok berkadar tar rendah sama berbahaya dengan rokok bertar lebih tinggi.

    Belum ada penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa berpindahnya perokok ke rokok tar rendah dapat mengurangi resiko penyakit jantung. Kenyataanya, banyak bukti yang berkembang menunjukkan rokok rendah tar bertanggung jawab timbulnya adenocarcinoma- sejenis kanker yang ditemukan dalam cabang paru-paru.

  • Mitos 2 : Beberapa batang rokok per hari tidak akan bahaya
    Anggapan yang mengatakan merokok diakhi pekan atau hanya beberapa batang per hari tidak berbahaya adalah keliru karena bukti menyatakan beberapa batang rokok dapat merusak kesehatan.

    Hal ini didasari kenyataan perokok pasif bisa terkena resiko hanya 30 menit setelah menghirup asap rokok, cukup memicu perubahan pada arteri non perokok dan menyebabkan aliran darah tidak teratur yang memiliki andil terhadap masalah jantung.

    Non perokok yang tinggal dalam lingkungan perokok memiliki 25 persen kemungkinan terkena resiko berkembangnya penyakit jantung dan kanker paru-paru.

  • Mitos 3 : Merokok tapi tidak kecanduan
    Menurut laporan yang dipublikasikan oleh Royal College of Physicians, nikotin memiliki sifat adiktif seperti heroin dan kokain. Hal ini disebabkan nikotin adalah obat yang memiliki kekuatan memicu pengeluaran dopamine-senyawa yang menimbulkan rasa senang dalam otak.
  • Mitos 4: Merokok dapat menurunkan berat badan
    Hal ini benar orang biasanya akan bertambah berat badan ketika mereka berhenti merokok. Tetapi para ahli mengklaim ini seringkali bersifat sementara dan setelah behenti merokok selama beberapa tahun, berat badan akan kembali normal.
  • Mitos 5 : Merokok sudah cukup lama sehingga tidak ada utungnya berhenti
    Tidak masalah berapa usia anda, selalu akan menguntungkan jika berhenti merokok. Semakin lama anda merokok , semakin besar peluang terjangkit penyakit dan kanker paru-paru. Tetapi dengan berhenti merokok sebenarnya dapat membalikkan pengaruh merokok dan memberikan paru-paru kesempatan penyembuhan.
  • Mitos 6 : Rokok menthol lebih baik dibanding rokok biasa
    Roko menthol tidak ada bedanya dari rokok umumnya kecuali rokok tersebut diberi rasa menthol. Mereka sama mengandung nikotin seperti rokok biasa dan mengandung lebih dari 600 sneyawa yang beberapa dintaranya terbukti penyebab kanker.

Racun2 rokok (lagi kampanye anti rokok neh :p)

August 23rd, 2005

Racun pada Rokok. Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida. Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan. Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.

Efek Racun. Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami risiko (dibanding yang tidak mengisap asap rokok):

  • 14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
  • 4x menderita kanker esophagus
  • 2x kanker kandung kemih
  • 2x serangan jantung
  • Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung, serta tekanan darah tinggi.

Batas Aman. Menggunakan rokok dengan kadar nikotin rendah tidak akan membantu, karena untuk mengikuti kebutuhan akan zat adiktif itu, perokok cenderung menyedot asap rokok secara lebih keras, lebih dalam, dan lebih lama.

TIDAK ADA BATAS AMAN BAGI ORANG YANG TERPAPAR ASAP ROKOK.

Kanker Paru-paru

Tentang Kanker. Anak-anak yang lahir tahun 1985, diperkirakan sepertiganya akan pernah menderita kanker, dan kira-kira seperempatnya akan meninggal karena kanker. Kita semua memiliki keluarga atau teman yang mengidap kanker.
Kanker pembunuh terbesar, yaitu kanker paru-paru, membunuh hampir 90% penderitanya, atau hampir 30% dari seluruh kematian akibat kanker. Namun sesungguhnya justru kanker paru-parulah yang paling mudah dicegah. Surver dalam beberapa dekade menunjukkan bahwa satu-satunya penyebab mayoritas kanker paru-paru adalah asap rokok.

Karsinogen. Zat-zat karsinogen (pemicu kanker) yang terkandung pada rokok adalah:

  • vinyl chloride
  • benzo (a) pyrenes
  • nitroso-nor-nicotine
  • Satu-satunya zat yang lebih berbahaya daripada asap rokok dalam memicu kanker paru-paru adalah zat-zat radioaktif. Itu pun jika dimakan atau dihidap dalam kadar yang cukup.

Efek Kanker Paru-Paru. Kematian umumnya bukan terjadi karena kesulitan bernafas yang diakibatkan oleh membesarnya kanker, tetapi karena posisi paru-paru dalam sistem peredaran darah menjadikan kanker mudah menyebar ke seluruh tubuh. Penyebaran metastase ke arah otak dan bagian kritis lainnya lah yang mengakibatkan kematian itu. 90% penderita meninggal dalam 3 tahun setelah diagnosis.

Korelasi Dengan Rokok. Industri rokok menganggap bahwa kaitan antara jumlah penderita kanker paru-paru dengan tingginya konsumsi rokok hanya merupakan kebetulan. Berbagai penelitian menunjukkan korelasi yang sangat positif dan sangat konsisten bahwa satu-satunya penyebab kanker paru-paru secara umum adalah konsumsi rokok.

Rokok pada kehamilan

Masa Kritis
. Kehamilan adalah masa kritis bagi janin yang sedang dikandung. Janin menerima pasok zat makanan hanya dari tubuh ibunya melalui placenta. Selama waktu kehamilan, terjadi masa kritis yang berbeda-beda dengan efek yang berbeda pula.

Efek Rokok. Racun rokok yang diserap oleh ibu (baik sebagai perokok maupun perokok pasif), meningkatkan resiko sebagai berikut pada janin:

  • pertumbuhan terhambat
  • komplikasi selama pertumbuhan
  • lahir prematur
  • berat badan rendah
  • kesulitan bernafas saat lahir
  • sakit dalam hari-hari pertama setelah lahir
  • meninggal mendadak dalam hari-hari pertama setelah lahir

Atersoklerosis

Penyumbatan Pembuluh Darah. Atherosclerosis adalah akumulasi dalam arteri, oleh zat-zat lemak, otot halus abnormal, serta tumpukan kolesterol. Akibat akumulasi ini, terjadi penyempitan pembuluh darah, dan bahkan dapat terjadi penyumbatan.

Proses ini disebabkan oleh:

  • faktor keturunan
  • konsumsi rokok
  • tekanan darah tinggi
  • konsumsi kolesterol

Pencegahan

  • hentikan konsumsi rokok
  • menjauh dari perokok
  • kurangi konsumsi kolesterol
  • lakukan terapi hipertensi

Perokok pasif

Jenis Asap Rokok. Ada dua macam asap rokok yang mengganggu kesehatan.

  • Asap utama (mainstream), adalah asap yang dihisap oleh si perokok
  • Asap sampingan (sidestream), adalah asap yang merupakan pembakaran dari ujung rokok, kemudian menyebar ke udara
  • Asap sampingan memiliki konsentrasi yang lebih tinggi, karena tidak melalui proses penyaringan yang cukup. Dengan demikian pengisap asap sampingan memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita gangguan kesehatan akibat rokok.

Perokok Pasif. Perokok pasif adalah orang-orang yang tidak merokok, namun menjadi korban perokok karena turut mengisap asap sampingan (di samping asap utama yang dihembuskan balik oleh perokok).

Perokok pasif memiliki resiko yang cukup tinggi atas kanker paru-paru dan jantung koroner, serta gangguan pernafasan. Bagi anak-anak di bawah umur, terdapat resiko kematian mendadak akibat terpapar asap rokok. Setidaknya tercatat 4000 kematian perokok pasif per tahun di US.

Upaya Hukum. Mungkinkah ada upaya hukum untuk menuntut perokok ?

Cara berhenti merokok

  • Analisis Kebiasaan. Lakukan analisis atas kebiasaan-kebiasaan merokok yang telah dilakukan selama ini. Misalnya:
  • - Kapan waktu tersering Anda untuk merokok
    - Kapan Anda secara otomatis ingin merokok
    - Hasil analisis ini akan membantu dalam mengerem keinginan merokok.

  • Susun Daftar Alasan

    Lakukan segala hal yang membuat Anda tidak kembali merokok. Selalu ingat alasan-alasan yang mendasari Anda untuk tidak merokok. Jika perlu susun daftar alasan itu.

    - Menghindari kanker, gagal jantung, gangguan pencernaan
    - Kehidupan sosial yang lebih baik
    - Ingat kesehatan dan kepentingan anak/keluarga
    - Makan lebih enak

Langsung Berhenti. Pilihlah sebuah hari di mana Anda akan berhenti. Dan pada hari itu, langsung berhenti total tanpa melakukan tahapan-tahapan. Umumkan rencana Anda kepada orang-orang dekat Anda agar mereka bisa membantu.

Waspada Pada Hari-Hari Awal. Hari-hari awal akan terasa sangat berat. Cobalah mengalihkan perhatian dengan mengkonsumsi permen atau permen karet tanpa gula. Sementara waktu, kurangilah kegiatan yang berkaitan dengan rokok, seperti pergi ke bar.

Nikmati Hidup. Uang yang seharusnya dipakai untuk membeli rokok dapat dipakai untuk membeli hadiah bagi diri sendiri, seperti membeli buku, membeli kaset, nonton bioskop, dan hal-hal menyenangkan lainnya.

Konsumsi Rendah Kalori. Selama minggu-minggu pertama (sampai kira-kira empat minggu), makanlah makanan yang mengandung kalori rendah. Juga minumlah banyak air.

macet!! padahal si komo udah gak ada

August 18th, 2005

Wachhh, macet2 teyus, berangkat telat dikit wes macet arah mampang, tebet-mampang bisa sejam gawat. gak boleh berangkat jam 8 keatas (masuknya maksimal jam 9 :p ). pulangnya juga, macet lagi dari arah blok M, kepaksa pulang diatas jam 7 walau pulangnya jam 5, mending di kantor sambil chat :D (macetnya gawe alesan), kalo udah gitu, bisa apa?? kalo aku sih hobi misuh2 (maki2) dewean, tapi setidaknya lumayan bisa plong walau macet sambil misuh2 dewean D hehehe, gak wedi cet, marilah kita misuh2 dewe kalo lagi macet, coba deh, dijamin seneng, :D

dikepung asap rokok

August 18th, 2005

Lagi2 asap rokok :(, di halte pas berangkat kerja, pulang kerja, di bis, di kantor dalam ruangan ac, asap rokok dan asap rokok semua :(, sosok egois yang dengan santainya, tanpa peduli orang sekitar, menyalakan rokok dan menyemburkan asap kuat2 waachh, sungguh memuakkan :(. di kos?? opo maneh, ketemu lagi deh ama asep rokok :((, hampir 24 jam harus ngisep asep rokok, gak bisa napas. Para perokok telah melanggar hak ku, hak untuk menghirup udara segar, bersih dan suci :D hehehe. Kalaupun gak akan bisa aku menghirup udara segar, setidaknya pabrik2 rokok, ubahlah bau asap rokok menjadi bau bakaran sate kambing, ikan bakar, cumi bakar dan lain2 , tambahkan lah vitamin2, zat2 bergizi dalam setiap hirupan asap rokokmu, agar aku menjadi senang untuk menghirupnya. lah trus wadul sopo iki, I can’t breath, aku terkepung asap rokok :(, help2, aku di kepung semok2 rokok, bukan semok2 girl, wesss

(update!)FAQ : mau kemana mana

July 26th, 2005

Nih daftar update terbaru kalau mau kemana mana dari tempatku :p, dijamin udah valid, soale aku wes survey naik2 angkot :p heheh

Q :Kalau mau ke Blok M dari rusun naik apa ya?
A :oo, kalo ke blok M ada banyak jalan menuju blok M :D, yang pertama naik bis gede p116 tj.priok-blok M, naiknya dari halte deket MC D, udah sekali naik langsung sampe tp nunggu bisnya agak lama :(. yang kedua naik dari halte MC D bis 612, trus turun di mampang, naik aja bis2 kecil jurusan blok M, cara ke 3 naik 62 turun di pancoran, trus naik bis2 gede arah blok M :p.
Q : kalo mau ke Gambir naik apa?
A : Kalo mau ke gambir naik aja bis gede p41 nyebrang ke halte di sebrang MC D, sekali aja naik udah sampe deh.
Q : kalo mau ke mangga dua gimana? :(
A : Kalo mau ke Mangga dua naik aja bis 976 steady safe nunggunya di halte sebrang MC D aja, arah grogol-tj.priok sekali aja sampe deh, turun di depan WTC :p
Q : Trus kalo mau ke Plasa semanggi ??
A : Sama aja, naik bis 976 tapi yang arah grogol, nunggunya di halte sebelah MC D bukan sebrang gitu loh.
Q : kalo aku gak jadi ke plasa semanggi, tapi mau ke ambassador gimana? :(
A : kalo mau ke Ambassador, ya naik dulu 68 di depan rusun yang arah kmp. melayu, kemudian turun di soto gebrak, trus naik angkot 44, langsung deh sampe di depan ambassador sebrang.
Q : trus kalo mau ke carrefour cawang gimana?
A : Naik aja 68 dari depan rusun nyebrang dulu arah pasar tebet, ntar langsung deh sampe di sebrang carrefour, nyebrang ndiri, jembatan nya panjang pol pol an.
Q : kalo mau ke pasaraya manggarai gimana?
A : ada 3 cara, naik yang paling cepet sekali naik 62, kalo mau nunggu lama ya naik aja 976,p116, ato p41 kalo mau nunggu lama seh, tapi semuanya sama2 sekali.
Q : Kalo mau ke Gramedia hero gimana?
A : ada macem2, yang naik sekali ya naik aja 612, turun halte sebrang hero trus nyebrang, kalo mau lama ya naik 976 ato p116 seh. ato naik 62 turun di pancoran trus jalan, wadoh forever .
Q : Kalo mau ke warnet di tebet yang ada webcamnya naik apa? :D
A : waach, ternyata deket loo, ada di tebet raya, warnet login, naik aja 60, naiknya dari deket rusun yang arah pasar tebet barat, ntar turun di pertigaan login net sampe deh 6000/jam, di deket situ juga ada mafia net yang cuman 3000/jam tapi gak pake AC :( . di snappy juga ada tapi lemot pc nya :( .
Q : aku mau liat temen2 ku di ragunan, naik apa?
A : kalo ragunan seh naiknya cuman sekali, naik 68 di depan rusun arah pasar tebet lo, trus ya udah diem aja sampe lama, ntar sampe2 sendiri kok, sampe mentok. ntar ketemu ma sodara2 mu deh.
Q : ada gak angkutan yang kemana mana cuman sekali naiknya?
A : Taksi!!!!!!!!!!!!!!
Q : kalo aku gak mau kemana mana gimana?
A : Ya udah sana ngepel rusun, ama cuci2 baju aja yaaaa…………..

Pertanyaan dan pernyataan diatas adalah benar2 terjadi dan bukan rekayasa yang di buat2, jika ada informasi yang kurang, hubungi travel agent terdekat aja ya :D